CARA MENDIDIK ANAK MENJADI GENERASI QUR’ANI

Generasi Qur’ani adalah generasi yang menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup mereka, meyakini kebenaran Al Quran, membaca dan memahaminya dengan benar dan baik, serta mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Generasi itulah yang menjadi idaman bagi umat Islam kapan dan di mana pun mereka hidup dan berada.

Generasi Qur’ani merupakan impian dan do’a setiap orang tua kepada anak-anaknya. Berbagai cara akan mereka tempuh untuk menjadikan anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Nah, pada artikel ini, kami akan membagikan beberapa cara mendidik anak menjadi generasi Qur’ani.

1.       Menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai panduan utama dalam mendidik anak

Dengan perkembangan teknologi, informasi tentang tips-tips atau kiat-kiat seputar pendidikan anak sangat mudah didapat. Namun perlu diingat jangan sampai kita terlena dengan berbagai macam teori tersebut sehingga melupakan Al Qur’an sebagai sebaik-baiknya petunjuk dan Sunnah sebagai sebaik-baiknya penuntun.

Selalu jadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai panduan utama dalam mendidik anak-anak kita, meskipun kita mempelajari teori-teori dari barat atau lainnya jangan lupa membandingkannya dengan Al Qur’an dan Sunnah, apakah teori yang kita pelajari tersebut sejalan atau berlawanan.

Al Qur’an dan Sunnah telah terbukti dan teruji sebagai panduan hidup termasuk ke dalamnya panduan dalam mendidik anak, kita bisa menyaksikan bagaimana kisah para sahabat yang sukses dengan dasar Al Qur’an yang dibina langsung oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

2.       Mengajarkan Al Qur’an sebagai pembelajaran pertama dan utama bagi anak kita

Sebelum kita mengajarkan sesuatu maka sebaik-baiknya materi pembelajaran yang mesti kita ajarkan pada anak kita tentu adalah Al Qur’an.

Proses pendidikan anak dengan Al Qur’an bisa dimulai semenjak anak masih dalam kandungan dengan memperdengarkan ayat-ayat Al Qur’an.

Luruskan niat saat mengajarkan Al Qur’an pada anak, tujuan kita mengajarkan Al Qur’an pada anak tidak untuk membuat anak terlihat lebih hebat, anak memenangkan berbagai macam perlombaan atau ia mudah diterima di sekolah maupun pekerjaan saat telah dewasa kelak.

Akan tetapi tujuan kita mengajarkan anak Al Qur’an adalah agar anak memiliki panduan hidup yang akan menjadi petunjuk baginya dalam mengarungi setiap alur kehidupan ini agar ia selamat di dunia dan tentu selamat juga di akhirat kelak.

3.       Menemukan panutan dalam mendidik anak

Sebaik-baiknya panutan kita dalam mendidik anak tentu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, karena dari pola pendidikan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam terbukti lahir generasi-generasi berkualitas lintas usia.

Untuk saat ini kita bisa menemukan orang yang benar-benar menjadikan Al Qur’an sebagai panduan pendidikan utama anaknya dan juga menjadi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebagai panutannya.

Orang tersebut bisa jadi seorang ulama, seorang guru, ataupun hanya orang tua biasa yang berhasil mendidik anak-anaknya dengan kualitas generasi Qur’ani. Tentu kita bisa belajar dan mengais hikmah dari keilmuan serta pengalamannya. Tugas kita sebagai orang tua? Tentu menemukan orang tersebut untuk belajar padanya.

4.       Menitipkan anak di lembaga pendidikan yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah

Lingkungan yang Islami akan menjadi salah satu faktor terbentuknya generasi Qur’ani. Salah satunya adalah di lingkungan sekolah yang Islami.

Dengan dibimbing langsung oleh guru-guru yang menjunjung tinggi Al Qur’an, akan dapat membantu menjaga anak dari pengaruh kehidupan luar yang penuh dengan kemungkaran, sehingga sang anak akan lebih mudah dalam mempelajari dan menghafalkan ilmu Al Qur’an dan otomatis akan membentuk karakter yang kuat dan mandiri sesuai Al Qur’an dan Sunnah sebagai bekal menyongsong masa depannya.

 

Itulah empat kiat mendidik anak menjadi generasi Qur’ani bagi orang tua, semoga menjadi jalan kebaikan bagi kita dan Allah meridhoi setiap langkah serta niat baik kita. Amiin..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *